Jumat, 26 Juni 2020

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan

Diperbarui: 17 Juni 2015   07:55

Setiap kali kita mendengar kata kewarganegaraan, secara tidak langsung otak merespon dan mengaitkan kewarganegaraan dengan pelajaran kewarganegaraan pada saat sekolah, dan mata kuliah kewarganegaraan pada saat kita kuliah. Bisa jadi kata kewarganegaraan di dalam memori otak tersimpan kuat karena setiap tahun dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ada pelajaran kewarganegaraan yang harus dipelajari, dan ternyata saat kuliah juga ada. Dan di dalam bangku perkuliahan kita akan mempelajari lebih dalam seberapa pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.

Pendidikan kewarganegaraan sangat penting. Dalam konteks Indonesia, pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.


HAL-HAL PENTING DALAM PKN
1. Pendidikan kewarganegaraan mengajarkan siswa untuk mampu memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara sopan santun, jujur, dan demokratis serta ihklas sebagai warga negara terdidik dalam kehidupannya selaku warganegara Republik Indonesia yang bertanggung jawab bersama. Ini merupakan hal yang mendasar dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Tanggung jawab sangat penting dalam proses ini.
2. Dalam pembelajaran ini dibahas lagi tentang bagaimana kita warga negara untuk ikut dalam berpolitik. Karena akan kepedulian terhadap politik kita bangsa Indonesia. Tanpa kekacauan merupakan hal terpenting dalam menjaring hubungan yang baik antara warga dan pemerintah.
3. Memberikan pengajaran kepada siswa untuk saling memahami sesama warga neraga. Saling tenggang rasa, toleransi dan saling menghormati satu sama lainnya.
4. Memberikan pengetahuan kepada para siswa dan pelajar mengenai sistem pemerintahan dan tentang peraturan negara yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Juga untuk membuka kesadaran kita akan pentingnya bela dan cinta tanah air. Karena kita hidup disini dan secara bersama.


Dengan ini, sesungguhnya Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk diajarkan oleh anak idik bangsa kita sendiri. Sesungguhnya pendidikan kewarganegaraan tidak hanya harus di ajar tetapi juga harus di leksanakan, karena pendidikan kewarganegaraan juga membawa ajaran dari pancasila yang juga harus kita amalkan baik perbuatan atau segala macamnya.

FOLLOW
Artikel Model Pembelajaran
   
5 Agustus 2014   06:29 |Diperbarui: 18 Juni 2015   04:24
MODEL PEMBELAJARAN  DISCOVERY LEARNING KURIKULUM (2013)

Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan pada sekolah maupun madarasah. Setiap perubahan kurikulum tentu membawa karakteristik tersendiri. Demikian juga pada model pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum baru tersebut. Guru mengenal beberapa model pembelajaran yang telah terbiasa mereka terapkan pada proses pembelajaran. Namun pada kurikulum baru ini, model pembelajaran yang diterapkan berbeda dengan model pembelajaran pada kurikulum sebelumnya.

Guru sebagai pelaksana utama pembelajaran harus memahami dan menguasai penerapan model pembelajaran, melakukan perubahan dan melakukan pengembangan keterampilan mengajar.

Guru perlu memperhatikan model pembelajaran karena model pembelajaran merupakan kunci terlaksananya proses pembelajaran di kelas.Ada hal penting dimana guru belum membedakan antara pendekatan, metode, model dan strategi pembelajaran. Hal tersebut memang masing-masing berbeda.Hal yang penting bahwa perbedaan itu tidak perlu untuk diperdebatkan walaupun memang kenyataannya masing-masing berbeda. Tujuan penerapan model pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah agar proses pembelajaran lebih berbobot, lebih bermakna.Saatnya Guru meninggalkan pembelajaran tradisional dan menerapkan model pembelajaran yang baik sehingga suasana kelas menjadi hidup.

Siswa sebagai komponen yang diberi perlakuan, mampu untuk melakukan aktifitas belajar dengan senang, riang dan gembira tanpa meninggalkan arti keseriusan pembelajaran. Siswa mengikuti pembelajaran tanpa tekanan dan juga tanpa paksaan. Pembelajaran menjadi lebih menarik bagi siswa khususnya dan bagi sekolah pada umumnya sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dari setiap kompetensi dasar bisa tercapai dan siswa mampu melakukan belajar tuntas melalui beberapa model pembelajaran.

Model Pembelajaran.

Pembelajaran adalah sebuah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa. Dalam pembelajaran ada model pembelajaran. Istilah model pembelajaran sangat dekat dengan pengertian stategi pembelajaran. Meskipun demikian, pengertian model pembelajaran ini dibedakan dari pengertian strategi, pendekatan dan metode pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada suatu strategi, metode, dan teknik. Secara sederhana, pendekatan pembelajaran lebih melihat pembelajaran sebagai proses belajar siswa yang sedang berkembang untuk mencapai perkembangannya. Metode lebih berfokus pada prose belajar mengajar untuk bahan ajar dan tujuan pembelajaran tertentu. Sedangkan model pembelajaran lebih melihat pembelajaran sebagai suatu desain yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa.

Model pembelajaran dapat dedefinisikan sebagai sebuah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belejar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Dengan demikian aktivitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis. Pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan karakteristik setiap kompetensi dasar yang disajikan. Tidak semua model pembelajarn cocok untuk setiap kompetensi dasar. Guru perlu memilih dan menentukan mosdel pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa. Dalam artikel ini saya akan menyajikan salah satu model pembelajaran yaitu : Model Pembelajaran Discovery Learning.

Discovery learning adalah salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dan diterapkan dalam pelaksaan pembelajaran kurikulum 2013. Guru sebagai pelasana utama pembelajaran tentu berkewajiban untuk memahami dan menerapkan model pembelajaran ini. Model pembelajaran discovbery learning menggamit beberapa langkah pembelajaran yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Sedangkan pada kegiatan inti yaitu pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran discovery learning menggamit pemberian stimulasi/ rangsangan, pernyataan/identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data,verifikasi /pembuktian dan menarik kesimpulan /generalisasi.

Tahap pertama pembelajaran model discovery learning adalah persiapan. Kegiatan persiapan ini menggamit kegiatan-kegiatan sebagai berikut: pertama, menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan terlebih dulu sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Kedua, melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya  belajar, dan sebagainya). Setiap anak mempunyai keunikan tersendiri. Dalam hal ini guru harus memperlakukan siswa secara klasikal dan secara individu. Ketiga adalah memilih materi pelajaran. Materi pelajaran harus disesuaikan dengan kompetensi dasar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Keempat adalah menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi). Kelima adalah mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa baik secara individu maupun secara kelompok. Keenam adalah mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang  kongkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan tingkat kesulitan materi. dan ketujuh adalah melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa seusia dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan

Tahap pertama pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalah. stimulasi/pemberian rangsangan. Pada tahap ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan keingintahuan sehingga merangsang siswa untuk ingin tahu lebih lanjut tentang apa yang akan dipelajari. Guru tidak memberi siswa generalisai agar siswa mempunyai keinginan untuk mau menyelidiki sendiri baik individu maupoun kelompok. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.

Tahap kedua pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalah pernyataan/ identifikasi masalah. Pada kegiatan ini siswa mempunyai tugas untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang mucul untuk dipecahkan. Selanjutnya siswa memilih satu atau lebih permasalahan yang telah diidentifikasi untuk dibuat rumusan hipotesis jawaban sementara atas pertanyaan masalah. Pada identifikasi ini para siswa telah dilatih membuat hipotesis baik hipotesis nol maupun hipotesis satu. Pendekatan ilmiah sangat diterapkan pada kegiatan ini sehingga siswa akan belajar mandiri sesuai dengan hipotesis yang telah dirumuskan

Tahap ketiga pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalah pengumpulan data. Pada kegiatan ini siswa melakukan eksplorasi dan mengumpulkan data-data yang dapat dijumpai. Setelah informasi dapat dikumpulkan, siswa dapat membuktikan kebenaran pada hipotesis yang telah dibuat. Guru memberi kesepatan kepada siswa  untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Tahap keempat pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalahpengolahan data. Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, wawancara, observasi, dan lainnya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. Guru melatih dan membimbing siswa untuk berlatih menata data sehingga data yang diperoleh merupakan data yang valid dan reliable.

Tahap kelima pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalahverifikasi (pembuktian).  Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing. Verifikasi bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. Contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari merupakan obyek yang dipelajarai dan merupakan dokumen yang penting bagi siswa dalam menghubungkan kehidupan nyata dengan teori yang dipelajarai dikelas.

Tahap keenam pelaksanaan pembelajaran pada model discovery learning adalahmenarik kesimpulan/generalisasi. Kegiatan generalisasi/menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi maka  dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. Setiap siswa/kelompok siswa akan menghasilkan kesimpulan yang mungkin sama atau sebaliknya. Guru perlu melakukan konfirmasi sehingga perbedaan pendapat dari kelas bisa disatukan dan pemahaman siswa bisa dipadukan.

Sistem penilaian pada model pembelajaran discovery learning dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes.  Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam model pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes tertulis.  Jika bentuk penilaiannya  menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka pelaksanaan penilaian  dapat dilakukan dengan pengamatan

Model pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pelaksana pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak pelaksana pembelajaran di kelas. Berhasil tidaknya pembelajaran sepenuhnya ada di tangan guru. Tentu banyak unsur pelaksanaan pembelajaran, namun model pembelajaran merupakan satu unsur pembelajaran yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian lebih. Kurikulum 2013 telah menerapkan model pembelajaran yang dipandang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

Pada kurikulum 2013 dikembangkan tiga model pembelajaran yaitu model pembelajaran discovery learning, model pembelajaran berbasis masalah, dan model pembelajaran proyek. Masing-masing model pembelajaran tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan. Namun guru tidak perlu memperuncing kekurangn-kekurangan pada masing-masing model pembelajarn yang dimaksud. Hal yang penting bagi guru adalah memahami, menerapkan dan mengembangkan masing-masing model pembelajaran ini sehingga proses pembelajaran menjadi efektif dan efesien serta berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Guru perlu melakukan inovasi-inovasi dari tiga model pembelajaran sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah dan kelas serta saranan prasarana yang ada. Dukungan dari pihak kepala sekolah serta rekan sejawat sangat diperlukan
Media pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran (Sumiati dan Asra, 2007: 159). Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan yang disampaikan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik secara verbal maupun nonverbal (Daryanto, 2011:4).
Dampak perkembangan Iptek terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media pembelajaran, seperti buku teks, modul, overhead transparansi, film, video, televisi, slide, hypertext, web, dan sebagainya. Guru profesional dituntut mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada di sekitarnya. Media pembelajaran sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat meningkatkan daya tangkap siswa terhadap materi yang disampaikan. Selain itu media pembelajaran juga bermanfaat bagi guru karena guru dapat dengan mudah memberikan materi dan menunjukan materi yang konkrit.
Dalam artikel ini akan dibahas tentang definisi media pembelajaran, cirri-ciri media pembelajaran, fungsi dan manfaat media pembelajaran, macam-macam media pembelajaran, pemilihan media, penggunaan media pembelajaran.

Permasalahan ekonomi yang terjadi di suatu negara dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia permasalahan ekonomi dapat menghambat terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia sebagai berikut.

1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi. Indonesia bergantung pada modal dari investasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya.

2. Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat mengalami penurunan daya beli barang-barang kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.

3. Pengangguran

Secara umum pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam lapanganya sehingga menimbulkan pengangguran

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/1908073#readmore
Artikel Pendidikan Motovasi Hidup

Jangan Mudah Menyerah

Siapapun Anda, apapun profesi Anda, Anda harus memperhatikan sifat jangan mudah menyerah. Karena harus Anda sadari bahwa dalam setiap perjalanan hidup, pasti kita akan dihadapakan dengan berbagai masalah, yang kadang-kadang memang sangat berat. Namun, yakinlah bahwa di dalam sebuah masalah yang berat tersebut pasti ada hikmah yang kadang kita tidak akan mengerti sebelum kita menghadapi masalah tersebut. Maka dari itu, hadapi masalah tersebut dengan lapang dan penuh semangat, jangan menjadi orang yang mudah menyerah.

Jangan menjadi orang yang manja seperti anak kecil. Contoh sederhana adalah ketika Anda menjadi seorang pedagang dan mendapati barang dagangan Anda tidak laku dijual dalam beberpaa hari lalu kemudian Anda memutuskan berhenti menjadi pedagang begitu saja. Itu adalah contoh sikap mudah menyerah, akan lebih baik jika Anda mengevaluasi terlebih dahulu, apa yang kurang dari dagangan Anda, atau ada cara yang mungkin salah dalam strategi, dan lain-lain.

Selasa, 16 Juni 2020

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Sejak Dini


Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang wajib dan harus dipelajari oleh anak-anak mulai dari Sekolah Dasar. Mengapa demikian? Karena penting sekali bagi mereka untuk mengetahui dan memahami tentang bangsa dan negara Indonesia. 
Supaya mereka terdidik dari kecil untuk memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kemerdekaan Indonesia yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan-pahlawan bangsa yang berhasil mengusir penjajah. Jika sejak kecil sudah tertanam dasar yang baik, maka ia akan bertumbuh dengan baik juga kedepannya. Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia juga mempunyai peran yang sama untuk menjaga dan mempertahankan dasar negara kita, Indonesia.
Namun yang terjadi belakangan ini, mata pelajaran kewarganegaraan kerap dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Padahal, Pendidikan Kewarganegaraan atau yang sering disebut PKN adalah mata pelajaran yang harus diberikan dengan baik agar anak-anak paham. Banyak juga , anak-anak zaman sekarang yang tidak hapal Pancasila, sungguh miris. Hal ini tidak seharusnya terjadi, jika pendidikan kewarganegaraan disampaikan  dengan  baik. Oleh karena itu, Para lembaga pendidikan, terutama tenaga pengajar dituntut untuk bisa menyampaikan setiap materi pendidikan kewarganegaraan dengan sejelas-jelasnya.Hal ini harus dilakukan untuk membentuk pribadi anak sebagai generasi penerus bangsa yang baik. Karena pada akhirnya nanti, anak-anak ini juga akan terjun ke masyarakat secara langsung dan otomatis mereka harus sudah paham akan nilai-nilai Pancasila dan mengaplikasikannya dengan baik bukan malah ingin mengubah atau menghancurkan dasar negara kita sendiri. Dan anak-anak sebagai generasi penerus ini nantinya harus bisa menjaga Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia.
Oleh sebab itu, pendidikan kewarganegaraan sangat penting disampaikan sejak dini kepada anak-anak kita. Tidak hanya sekolah dan lembaga pendidikan, keluarga juga berpengaruh dalam mendidik karakter dan kesadaran anak akan pendidikan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, kita bisa menghasilkan calon-calon generasi bangsa yang baik dan yang bisa membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi. 
Namun yang masih harus dilakukan oleh menteri pendidikan Indonesia  adalah mengajak sekolah-sekolah yang ada untuk memaksimalkan tenaga pengajar yang berkualitas untuk bisa menyampaikan setiap materi Kewarganegaraan dengan baik kepada para murid dan kesadaran yang tinggi juga dari lembaga pendidikan untuk lebih mengutamakan pendidikan kewarganegaraan demi Indonesia yang lebih baik. Perlu kesadaran dari berbagai pihak untuk bisa mengubah situasi ini. Oleh karena itu, mari kita bantu menciptakan generasi muda penerus bangsa yang baik demi mewujudkan  Indonesia yang lebih baik!

Kamis, 09 April 2020

Pengertian pendidikankewarganegaraan (PKN)
Kata kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut Civicus. Selanjutnya, kata Civicus diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata Civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Dari kata Civic lahir kata Civic yaitu ilmu kewarganegaraan, dan Civic Education, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Pelajaran Civics atau kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde.
Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dirumuskan secara luas untuk mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, dan secara khusus, peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belajar, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.
Sementara itu,siswa/ mahasiswa sebagai anak bangsa Indonesia diharapkan dapat menjadi yang memahami pendidikan kewarganegaraan dan menjadi warga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karna Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama, walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya.
Pendidikan Kewarganegaraan menurut Depdiknas (2006:49), adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yang dikemukakan oleh Djahiri (1994/1995:10)
Tujuan pendidikan kewarga negaraan Adalah sebagai berikut:
a. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki kemampuan pengetahuann dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan        kebangsaan”.
b. Secara khusus. Tujuan PKn yaitu membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat    Indonesia.